hampas



ada suatu ketika seorang jejaka menghulurkan hati aku yang sudah siap dibalut dengan kain baldu
katanya ini untuk aku semoga saja aku pulih dari luka lama, aku tersenyum aku tatau kenapa kali ini aku menerima hati aku dipulihkan dan kenangan lama disimpan dihujung peti

namun tak lama

kini hati itu kian berdarah
calar bolong segala celaka yang tak mampu
untuk digambarkan
keadaan hati itu

tetap saja aku senyum
kerna cinta pada awalnya memang indah belaka

akhirnya hampas yang ada ..

No comments: